Tips merawat aki basah


Pada masa sekarang ini sebenarnya penggunaan aki atau bateray basah perlahan-lahan sudah tergantikan oleh bateray kering. Harga yang ditawarkan masing-masing tipe aki pun berbeda, harga aki basah lebih murah namun perlu perawatan rutin dan sedikit merepotkan sedangkan untuk aki kering, harga yang ditawarkan lebih mahal, namun bebas biaya perawatan alias maintenance free. So, silahkan anda pertimbangkan sebelum membeli aki, sesuaikan budget dengan kebutuhan.

Pemeriksaan Aki/Baterai basah.


Pemeriksaan aki ini berfungsi untuk menjaga agar aki selalu dalam keadaan siap dan dalam kondisi yang baik sehingga suplay tegangan listrik pada electrical wiring akan tersuplay dengan baik. Aki juga dapat dengan mudah untuk diisi kembali oleh sistem pengisian yang ada.

Berikut tips sederhana perawatan Aki:

a) Bersihkan permukaan aki dengan air soda dan menggunakan kuas, kemudian keringkan dengan lap sampai kering.

b) Bersihkan kutub–kutub aki dengan alat khusus. Jika tidak ada, pakailah sikat kuningan/ amplas halus.

c) Periksa terminal aki/Skun aki dan kabel positif dan negative. Bila ada kabel yang terkelupas, segera tutup dengan solasi.

Gambar 02. cek skun aki
Gambar 01. Cek skun aki

d) Periksa ketinggian elektrolit aki, jumlah elektrolit yang tepat yaitu antara Upper Level dengan Lower Level. Bila kurang jangan diisi dengan air biasa, isilah dengan air suling atau air accu.

Gambar 04. Cek level air aki
Gambar 02. Cek level air aki
Gambar 03. Level air diantara upper dan lower
Gambar 03. Level air diantara upper dan lower

Jangan mengisi air aki melebihi batas Upper level karena elektrolit akan tumpah atau keluar melalui lubang kecil pada bagian atas aki. Bila elektrolit ini mengenai bagian motor yang mengandung unsur logam, maka bagian tersebut akan korosi atau karatan.

e) Perhatikan posisi pengikatan dan klem aki harus kuat agar aki tidak goyang saat kendaraan berjalan atau bekerja, sehingga tidak retak, elektrolit tumpah. Pemasangan yang kuat akan mengurangi kerugian tegangan dan mengurangi panas yang timbul pada terminal.

Gambar 04. Cek pengikat aki
Gambar 04. Cek pengikat aki
f) Periksa kondisi fuse/sekring. Untuk sekring biasanya akan kotor pada bagian konektornya, biasanya timbul karatan bila tidak rutin dibersihkan.

Gambar 05. Cek fuse
Gambar 05. Cek fuse

Lakukan perawatan rutin bulanan agar aki lebih lama digunakan


---Sekian---

Posted by degineering
degineering Updated at: 17:24

SOP penggunaan mesin las


Mesin las merupakan bagian yang tidak pernah terpisahkan dari suatu pekerjaan konstruksi, hampir semua pekerjaan ini menggunakan mesin las. Mesin las sendiri terdiri dari 2 macam tipe arus, yaitu AC dan DC dengan besar arus yang berbeda-beda. Pada dasarnya untuk belajar menggunakan mesin las tidaklah sulit, asal kita tau cara kerja dan tahapan-tahapannya maka sangat mudah untuk dilakukan.

Berikut intruksi kerja/SOP secara umum mesin las.

1. Menyiapkan benda kerja

2. Mengecek kondisi kabel power & tombol on/off/emergency

3. Pakai sarung tangan & kedok las

4. Menghidupkan mesin las dengan menekan tombol on/off

5. Atur kuat arus (ampere) pada mesin las dengan cara memutar tombol searah jarum jam sesuai dengan kebutuhan

6. Jepit kawat las/electrode sesuai kebutuhan pada stang las

7. Jepitkan massa mesin las pada benda kerja

8. Lakukan pemanasan kawat las dengan menempelkan dengan massa sampai keluar percikan api

9. Lakukan pengelasan tipis pada benda kerja

10. Atur posisi benda kerja yang sudah dilas tipis agar sesuai dengan bentuk yang dibutuhkan

11. Lakukan pengelasan penuh pada benda kerja secara bertahap

12. Pada setiap tahap, apabila ada pengotor/karbon yang menempel pada hasil las bersihkan dengan cara memukul menggunakan palu.

13. Matikan mesin las dengan cara menekan tombol on/off

14. Membersihkan mesin las & area kerja

15. Gulung kabel api/positive & massa/negative mesin las dengan rapi

16. Simpan mesin las pada tempat yang bersih & aman

Adapun alat-alat yang wajib dipakai sebagai APD (alat pelindung diri) saat melakukan pengelasan.

1. Helm safety
Berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan dan tertimpa benda dari atas. Helm dipakai untuk setiap kondisi pekerjaan.

Gambar 01. Helm safety
Gambar 01. Helm safety

2. Sarung tangan las

Berfungsi untuk melindungi tangan dari percikan api dan panas saat pengelasan serta untuk mencegah kontak langsung dengan stang las. Tanpa sarung tangan akan lebih berisiko kesetrum apabila ada kebocoran arus dan mengenai tangan.

Gambar 02. Sarung tangan kulit
Gambar 02. Sarung tangan kulit

3. Apron

Berfungsi untuk melindungi badan dari percikan api las. selain itu juga untuk mengurangi paparan radiasi yang timbul saat pengelasan.

Gambar 03. Apron
Gambar 03. Apron

4. Sepatu safety

Berfungsi untuk melindungi kaki dari percikan api dan menghindari kontak langsung kaki terhadap tanah/massa. Pengelasan di area basah akan lebih berisiko bila tanpa memakai sepatu safety. Tidak dianjurkan memakai sandal apalagi nyeker.

Gambar 04. Sepatu safety
Gambar 04. Sepatu safety

5. Kedok las

Berfungsi untuk melindugi mata dari kilatan cahaya yang timbul saat pengelasan. Melakukan pengelasan tanpa kedok las/kacamata dalam waktu lama akan mempengaruhi penglihatan setelahnya dan akan membuat mata merah.

Gambar 05. Kedok las
Gambar 05. Kedok las

6. Palu

Berfungsi untuk membuang karbon yang menempel pada benda kerja. Hasil las yang banyak mengandung karbon akan mempengaruhi kekuatan las.

Gambar 06. Palu
Gambar 06. Palu

6. Electroda atau kawat las

Ini bagian terpenting dari mesin las selain mesin las itu sendiri. Electroda berfungsi sebagai pengantar arur listrik dan juga isian material saat pengelasan. Ketika electroda menyentuh benda kerja akan terjadi panas tinggi dan mengakibatkan electroda ini meleleh dan mengisi bagian kosong pada benda kerja.

Gambar 07. Electroda
Gambar 07. Electroda

Dengan didukung oleh kemauan yang tinggi, maka tidak sulit untuk menjadi welder yang profesional.


Posted by degineering
degineering Updated at: 22:13

Dongkrak performance karburator vakum


Prinsip kerja karburator vakum dipengaruhi oleh pergerakan piston dari TMA ke TMB. Gerakan piston ini mengakibatkan terjadinya kevakuman diruang bakar, proses ini disebut juga proses langkah isap. Ketika proses ini berlangsung, campuran bahan bakar dengan udara terhisap dari karburator menuju ruang bakar secara cepat. Bahan bakar terkompresi dan terjadilah pembakaran yang dipicu oleh percikkan nyala busi.

Saat langkah isap berlangsung, jarum piston karburator terangkat mengikuti gerakan piston pada ruang bakar. Langkah kerja seperti inilah yang menyebabkan karburator vakum lebih irit dibandingkan karburator skep (konvensional). Semakin cepat piston bergerak dan nilai kevakuman meningkat, maka semakin cepat pula piston karburator terangkat.

Pada kesempatan kali ini, modifikasi yang dilakukan pada piston karburator dengan tujuan mempercepat terangkatnya piston karburator walaupun piston pada ruang bakar bergerak lambat.

Gambar 01. Piston karburator vakum

Alat dan bahan yang disiapkan
- Piston karburator vakum
- Mata bor besi
- Tang kombinasi
- Obeng
- Amplas halus

Berikut proses modifikasi yang dilakukan

Memperbesar diameter lubang udara/angin pada piston karburator


1) Lepaskan piston karburator

Secara umum bentuk piston karburator hampir sama untuk semua tipe motor. Namun yang membedakannya adalah diameter dan panjang piston karena sesuai dengan kapasitas karburator. Untuk penambahan ukuran diameter lubang angin adalah sebesar 0,5 - 1 mm dari ukuran standar. Misal, diameter ukuran standar 2,5 mm maka lakukan pembesaran diameter antara 3 - 3,5 mm.

Gambar 02. Piston karburator

2) Lakukan pengeboran.

Sebelum mulai mengebor, lepaskan jarum dan karet piston.
Jika anda mengebor dengan mesin pastikan putaran mata bor anda lurus, ini mencegah terjadinya kerusakan piston karburator. Untuk lebih mudah lakukan pengeboran secara manual dengan tangan dengan bantuan tang kombinasi.

Gambar 03. Bor manual

Pengeboran di atas menggunakan mata bor besi diameter 3,5 mm

Bersihkan lubang dengan menggunakan amplas halus.

Catatan:
Jangan gunakan cekam/ragum untuk menjepit piston karena dikuatirkan akan menyebabkan piston anda tidak bulat lagi. Apabila terpaksa, lapisi piston dengan kain kemudian jepit dengan cekam dan lakukan dengan hati-hati.

Kebetulan penulis mempunyai 2 piston karburator, maka dibuatlah dua tipe lubang yang berbeda.

Piston karburator 1
Pada gambar di atas, tipe lubang adalah lurus. Diameter lubang standar sebesar 3 mm dan diperbesar menjadi 3,5 mm.

Piston karburator 2
Tipe lubang adalah seperti nozzle. Diameter lubang standar sebesar 3 mm dan diperbesar menjadi 3,5 mm di bagian atas dan 4 mm di bagian bawah.

Gambar 04. Tipe lubang angin

3) Pasang kembali karet vakum
Bersihkan dengan tisu sebelum karet vakum dipasang. Jangan menggunakan kompressor karena akan merusak karet vakum. Kemudian rakit kembali karburator anda.

4) Setel karburator
Setel karburator perlahan dan cari posisi yang yang tepat dengan memperhatikan suara mesin normal tanpa berebet. Lakukan tes dan rasakan bedanya.

Gambar 05. Setting karburator

Hasil yang saya rasakan.

Piston karburator 1
Nafas panjang namun kurang ditarikan bawah. Bagus untuk top speed.

Piston karburator 2
Tarikan terasa pada rpm bawah dan cocok untuk akselerasi

Untuk konsumsi BBM pada kedua tipe piston karburator tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan piston karburator standar.

Apabila kurang puas, bisa dilakukan modifikasi tingkat lanjut dengan memotong pegas/per karburator

Download PDF file [here]


Posted by degineering
degineering Updated at: 14:41

Instruksi kerja mesin bubut


Berikut adalah instruksi kerja mesin bubut.

1) Menyiapkan gambar/design benda kerja

2) Mengecek kondisi kabel power & tombol on/off/emegency

3) Memasang benda kerja pada cekam/spindle

4) Memasang mata pahat pada toolpost sesuai kebutuhan

5) Mengatur posisi benda kerja pada posisi senter menggunakan alat dial manual

6) Mengatur mata pahat supaya tegak lurus dengan benda kerja

7) Dekatkan mata pahat ke benda kerja sambil memutar cekam secara manual dengan tangan

8) Menghidupkan mesin dengan cara menekan tombol on/off

9) Saat benda kerja berputar pada cekam/spindle, kemudian putar handle pada toolpost sampai mata pahat dekat ke permukaan benda kerja dan sampai menggores benda kerja.

10) Melakukan langkah kerja pada poin 9 sampai benda kerja selesai sesuai dengan gambar/design

11) Mematikan mesin saat proses pembubutan benda kerja selesai

12) Membersihkan mesin & area kerja


Posted by degineering
degineering Updated at: 16:27

Cara mudah membuat lampu hazard motor sendiri

Gambar 00. Lampu hazard pulsar


Bagi mereka yang hobi touring dengan motor biasanya terdapat beberapa aksesoris tambahan pada motornya, seperti box, machine guard dan beberapa alat keselamatan tambahan pun juga tidak lupa dipasang seperti klakson, sirene dan lampu hazard. Tidak hanya para biker yang hobi touring, para pemilik motor lain pun sudah banyak memasang aksesoris-aksesoris seperti di atas. Tidak untuk touring atau perjalanan jauh, akan tetapi mereka memasang itu karena semata-mata hobi supaya terlihat keren dan berbeda dengan motor yang lainnya. Aksesoris-aksesoris tersebut bisa dengan mudah kita beli dengan harga yang relatif tergantung kualitasnya. Untuk pemasangannya pun bisa dengan jasa orang lain atau memasang sendiri. Beberapa aksesoris yang mudah kita pasang sendiri, diantaranya adalah lampu hazard.

Apa itu lampu hazard dan fungsinya?


Lampu hazard merupakan lampu tanda bahaya/darurat dan biasanya dipasang pada kendaraan roda 4 atau lebih. Lampu hazard dipasang pada sein dan akan menyala secara bersama-sama. Fungsinya sendiri adalah sebagai tanda saat kita berkendara atau bahkan saat berhenti ketika kendaraan mengalami kerusakan ditengah jalan. Lalu kapan saat yang tepat menyalakan hazard?. Lampu hazard dinyalakan biasanya saat kendaraan melintasi keramaian, persimpangan jalan/perempatan, kemacetan, motor rusak tengah jalan dll. Lampu hazard juga sangat membantu  saat hujan deras, seperti yang kita tahu hujan deras mengurangi jarak pandang pengemudi sehingga perlu adanya tanda tambahan bagi kendaraan seperti lampu hazard ini.


Bagaimana cara memasang sendiri?


Cara mudah yang biasa dilakukan para biker ketika membuat lampu hazard adalah dengan menjumper kabel sein kanan dan sein kiri kemudian ditambahkan saklar untuk menghubungkan kedua kabel tersebut. Bisa juga ditambahkan relay, namun pembuatannya pun lebih rumit dan tentunya lebih mahal. Untuk kali ini kita akan mencoba dengan cara yang mudah dan murah meriah dengan biaya ± Rp 15,000 untuk bahannya. Apabila anda ingin mengganti flashernya juga cukup belikan saja dengan harga Rp 15,000. Kemudian untuk solder, lebih baik pinjem punya teman kalau ada tapi kalau tidak ada berarti anda harus beli juga dengan harga Rp 30,000... hihi.

Sebelum mulai pemasangan, ada baiknya kita cari tau skema wiring kabel standar lampu sein (banyak sumbernya di google).

Berikut skema wiring kabel standar lampu sein motor:

Gambar 01. Skema wiring kabel lampu sein
Gambar 01. Skema wiring kabel lampu sein

Dari skema wiring di atas dapat kita tentukan titik dimana kita akan memasang saklar tambahan. Berikut gambar skema wiring kabel yang telah dimodifikasi:

Gambar 02. Skema wiring modifikasi
Gambar 02. Skema wiring modifikasi

Keterangan gambar:

  • Gambar A pemasangan dengan menggunakan saklar toggle 6 pin/kaki dipasang secara seri
  • Gambar B pemasangan dengan menggunakan saklar toggle 3 pin/kaki dipasang secara paralel


Silahkan pilih sendiri skema mana yang cocok dengan anda.

Langsung saja percobaan kita mulai, alat dan bahan yang harus disiapkan.

1. Saklar toggle 6 pin/kaki atau 3 pin/kaki (1 bh)

saklar toggle
2. Kabel secukupnya
kabel serabut
3. Solder + timah
solder & timah
4. Solasi
solasi
5. Flasher baru (alternative)

Flasher ini digunakan apabila flasher bawaan motor tidak mendukung.


Dari sekian alat dan bahan yang telah anda siapkan, ada satu bahan yang paling penting dan paling utama yang harus disiapkan adalah ‘MOTOR’. Pastikan motor yang hendak anda pasangi lampu hazard merupakan milik anda sendiri, bila milik orang lain pastikan anda sudah disuruh oleh sipunya motor sebelumnya..hihihi.

Baiklah, kita mulai sekarang !


1) Buka switch lampu sein anda kemudian cari kabel yang masuk ke switch sein motor anda. Ingat !! kabel yang akan kita sambung dengan saklar toggle nanti adalah kabel sesudah flasher atau kabel sebelum masuk ke switch sein.

Gambar 03. Switch sein pada motor
Gambar 03. Switch sein pada motor

2) Apabila sudah ketemu, cukup lukai saja kabel tersebut (tidak perlu diputus). Kemudian sambungkan dengan kabel baru, hidupkan kontak dan tempelkan pada bodi motor. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kabel yang disambung adalah kabel yang benar (sesudah flasher dan sebelum switch). Apabila keluar percikan api berarti pemasangan anda benar. Lihat kembali skema !.

Gambar 04. Cara melukai kabel
Gambar 04. Cara melukai kabel

3) Lukai kabel sein kanan dan sein kiri (ini juga tidak perlu diputus). Ingat !! carilah kabel ini setelah switch sein anda. Lihat kembali skema !.

4) Selanjutnya kita beralih ke saklar toggle. Solder kabel pada saklar toggle, seperti ini:

Gambar 05. Mempersiakan saklar toggle dengan 3 kabel
Gambar 05. Mempersiapkan saklar toggle dengan 3 kabel

5) Siapkan tempat/lokasi di mana saklar toggle akan diletakkan. Apabila diperlukan, siapkan media untuk meletakkannya.

Gambar 06. Mempersiapkan lokasi dan media saklar toggle
Gambar 06. Mempersiapkan lokasi dan media saklar toggle

Media di atas terbuat dari fiber, dibuat dari sayap bekas motor

6) Pasang saklar toggle pada lokasi yang telah disiapkan kemudian potong kabel sesuai kebutuhan.

Gambar 07. Memasang saklar pada lokasi yang sudah ditentukan
Gambar 07. Memasang saklar pada lokasi yang sudah ditentukan

7) Sambungkan dengan kabel-yang telah ditentukan (langkah 1 & 2).

8) Lakukan pengetesan.

9) Apabila sukses, solasi agar tidak terjadi short/korslet.

10) Rapikan pemasangan.

Gambar 08. Kabel yang sudah dirapikan
Gambar 08. Kabel yang sudah dirapikan

11) Selesai


Semoga bermanfaat.


Watch this video:




Keyword: Lampu Hazard, Wiring Kabel

Download PDF file [here]


-----selesai-----


Posted by degineering
degineering Updated at: 12:16

Ini akibat ban motor kempes

Hati-hati.....! ban motor kempes bisa membuat Velg motor anda rusak



Gambar 00. Velg penyok

Sebagian besar mungkin para biker sudah mengetahui resiko mengendarai kendaraan dalam kondisi ban kempes, namun banyak juga yang mengabaikannya. Memang mengendarai motor dengan ban yang sedikit kempes lebih terasa empuk apalagi saat melewati jalanan yang berbatu/berkerikil kecil. Gaya elastis ban cukup membantu dikala kita melewati medan yang berbatu/berkerikil. So, bagaimana dengan jalanan yang berlubang....??

Mari kita bahas bersama-sama


Ada banyak sekali tipe lubang di jalan, ada yang dangkal, ada yang dalam, ada yang landai, ada yang curam dan masih banyak lagi. Hal yang wajib selalu dilakukan para biker sebelum menunggangi motor, salah satunya adalah memastikan ban dalam kondisi baik (tidak gundul dan kempes). Namun sering kali hal ini diabaikan dan dianggap masalah sepele kemudian menyesal ketika si Velg rusak/penyok bahkan pecah saat menghantam lubang. Selain itu, cara berkendarapun perlu diperhatikan, berkendara tepat di belakang kendaraan lain (mobil, motor) akan menambah resiko karena bisa dipastikan berkendara seperti ini akan mempengaruhi pandangan. Tidak hanya berakibat buruk pada motor anda, ban kempes dan jalanan berlubang juga dapat mengakibatkan kecelakaan fatal. Disamping itu, ban kempes dan jalanan berlubang merupakan salah satu faktor penyumbang kecelakaan dalam berkendara. So, sudah bisa disimpulkan bahwa melintasi jalanan berlubang dengan kondisi ban kempes akan meningkatkan resiko kerusakan kendaraan terutama velg dan kecelakaan bagi pengendara.


Kejadiaan ini menimpa saya



Beberapa waktu yang lalu ketika pulang kerja, kegiatan rutin saya tiap minggu yaitu pulang Kampung tanpa sengaja motor menghantam lubang. Motor melaju dengan kecepatan sedang (± 60 km/jam). Saat kejadian, lubang tersebut sama sekali tidak terlihat karena saya berada tepat di belakang fuso. Ketika hendak menyalip fuso, motor menghantam lubang curam yang berbentuk kotak. Saat setelah kejadian saya tetap melaju karena saya merasa tidak terjadi apa-apa pada motor saya, apalagi laju motor saat itu tetap stabil. Tanpa berpikir lagi soal velg, saya kemudian meluncur dengan kecepatan tinggi. Akhirnya esok harinya dipagi hari terlihat dari jauh velg depan dan belakang penyok. Merasa penasaran karena melihat dari jauh kemudian dengan segera saya mendekati velg dan alhasil velg saya penyok depan belakang dan yang paling parah adalah velg belakang sampai pecah. Dari analisa saya adalah ban kempes salah satu penyebabnya serta kemungkinan penggunaan box yang tidak diimbangi dengan tekanan udara pada ban serta sock yang tidak saya setel kekencangannya. Melihat ini langsung membuat saya terkejut dan sedikit kebingungan karena jika motor bermasalah maka bermasalah pula pekerjaan saya.

Gambar 01. Kondisi velg setelah menghantam lubang
Gambar 01. Kondisi velg setelah menghantam lubang

Resiko ketika melewati jalanan berkerikil dengan berlubang tentunya berbeda-beda, gambar di atas termasuk kategori velg yang menghantam lubang yang dalam karena sudah membuat velg pecah.


Gambar 02. Kondisi velg setelah dibongkar
Gambar 02. Kondisi velg setelah dibongkar


Adanya kejadian yang tidak terduga seperti di atas, sudah pasti akan menambah pengeluaran dan membuat keuangan kacau. 

Beberapa tips yang mungkin bisa kita ambil sebagai pelajaran dari kejadian di atas agar tidak terjadi pada anda dan mudah-mudahan tidak akan menimpa saya lagi..hehehe, diantaranya:

  • Mengecek kondisi tekanan udara ban, apabila diperlukan gunakan pressure gauge.
  • Mengecek kondisi grip/batik ban, ganti ban segera apabila sudah gundul.
  • Setel kekencangan sok motor (apabila terdapat setelannya).
  • Bagi yang memasang Box, bisa ditambahkan batas atas tekanan udara ban.
  • Mangatur jarak aman dengan kendaraan yang ada di depan.
  • Mengecek kemampuan pengereman depan belakang.
  • Berkendaralah dengan hati-hati.


Apabila suatu saat anda mengalaminya, lakukan beberapa hal di bawah ini:


  • Segeralah berhenti dan menepi untuk melihat kondisi kendaraan, terutama kondisi velg depan dan belakang.
  • Mengecek semua lampu kendaraan (lampu utama, lampu belakang, lampu sein).
  • Apabila velg anda penyok, tambah angin agar laju kendaraan tetap stabil. Karena tidak menutup kemungkinan ada lubang lain menanti di setiap perjalanan anda.
  • Segera press velg anda bila memungkinkan untuk direpair.



Berkendaralah dengan hati-hati, tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Semoga apa yang dialami penulis tidak pernah terjadi pada anda dan semoga tulisan ini bermanfaat.



Semoga bermanfaat


------sekian-----

Posted by degineering
degineering Updated at: 09:50
Flag Counter