Personal Residual Current Device [PRCD]


Amankan diri anda dari sengatan listrik karena kebocoran arus dengan PRCD



Bagi anda yang rutinitasnya selalu berhadapan dengan listrik terutama untuk anda yang bekerja di Industri atau pabrik tentunya selalu akan merasa was-was mengingat listrik merupakan salah satu sumber bahaya yang tidak terlihat dan sangat berisiko tinggi. Disamping manfaat listrik yang sangat besar bagi kehidupan, listrik juga berpotensi mengakibatkan cidera bahkan sampai kematian. 

Gambar 00. Ilustrasi

Penggunaan alat pelindung diri (APD) sangat dianjurkan ketika akan melakukan pekerjaan listrik, seperti helm, kaca mata, sarung tangan, sepatu safety dan tespen untuk mendeteksi aliran listrik. Akan tetapi, penggunaan APD tersebut tidak akan mencegah atau menghentikan aliran listrik ke tubuh. Listrik akan tetap mengalir ke tubuh apabila APD mengalami kerusakan saat bekerja dan terjadi kebocoran listik pada peralatan.

Menanggapi resiko-resiko yang akan berakibat fatal bagi kehidupan, maka banyak sekali diciptakan alat-alat pengaman atau safety equipment yang bertujuan untuk mengurangi resiko yang terjadi. Salah satu safety equipment yang sudah ada dan banyak dipasarkan adalah PRCD. Prinsip kerja PRCD hampir sama dengan prinsip kerja MCB yaitu akan memutus arus listrik apabila terjadi korsleting (hubungan arus pendek). Akan tetapi PRCD mempunyai keunggulan lain, yaitu memutus arus listrik secara otomatis apabila terjadi kebocoran listrik pada kabel, selain itu tombol PRCD akan otomatis off apabila listrik tiba-tiba mati, tentunya mode seperti ini sangat aman bagi equipment/peralatan ketika terjadi kejutan arus listrik saat listrik tiba-tiba hidup.

Gambar 01. MCB
Gambar 01. MCB

Personal Residual Current Device atau disingkat PRCD adalah alat tambahan yang dipasang sebelum equipment/peralatan/mesin. Alat ini bekerja dengan mendeteksi apakah ada perbedaan arus yang mengalir pada kawat listrik. Fungsi PRCD adalah memutuskan aliran listrik secara cepat untuk memberikan perlindungan kepada pengguna dan peralatan listrik terhadap bahaya sengatan listrik yang diakibatkan oleh kelebihan beban (arus listrik) atau kondisi hubungan arus pendek (korsleting).

Gambar 02. PRCD
Gambar 02. PRCD

Gambar di atas merupakan salah satu jenis PRCD 1 Phasa yang sudah banyak digunakan di Industri.


 Berikut cara pemasangan PRCD dengan Eguipment.


Gambar 03. Pemasangan PRCD
Gambar 03. Pemasangan PRCD

Keterangan gambar:


Equipment yang dimaksud adalah hand tools, seperti gerinda tangan, bor tangan, mesin las portable, plasma cutting dan tools lainnya yang arusnya 1 phasa.




Semoga membantu.



Keyword: PRCD, MCB, Korsleting, Eguipment, APD

Posted by degineering
degineering Updated at: 22:25

Cara mudah membuat lampu hazard motor sendiri

Gambar 00. Lampu hazard pulsar


Bagi mereka yang hobi touring dengan motor biasanya terdapat beberapa aksesoris tambahan pada motornya, seperti box, machine guard dan beberapa alat keselamatan tambahan pun juga tidak lupa dipasang seperti klakson, sirene dan lampu hazard. Tidak hanya para biker yang hobi touring, para pemilik motor lain pun sudah banyak memasang aksesoris-aksesoris seperti di atas. Tidak untuk touring atau perjalanan jauh, akan tetapi mereka memasang itu karena semata-mata hobi supaya terlihat keren dan berbeda dengan motor yang lainnya. Aksesoris-aksesoris tersebut bisa dengan mudah kita beli dengan harga yang relatif tergantung kualitasnya. Untuk pemasangannya pun bisa dengan jasa orang lain atau memasang sendiri. Beberapa aksesoris yang mudah kita pasang sendiri, diantaranya adalah lampu hazard.

Apa itu lampu hazard dan fungsinya?


Lampu hazard merupakan lampu tanda bahaya/darurat dan biasanya dipasang pada kendaraan roda 4 atau lebih. Lampu hazard dipasang pada sein dan akan menyala secara bersama-sama. Fungsinya sendiri adalah sebagai tanda saat kita berkendara atau bahkan saat berhenti ketika kendaraan mengalami kerusakan ditengah jalan. Lalu kapan saat yang tepat menyalakan hazard?. Lampu hazard dinyalakan biasanya saat kendaraan melintasi keramaian, persimpangan jalan/perempatan, kemacetan, motor rusak tengah jalan dll. Lampu hazard juga sangat membantu  saat hujan deras, seperti yang kita tahu hujan deras mengurangi jarak pandang pengemudi sehingga perlu adanya tanda tambahan bagi kendaraan seperti lampu hazard ini.


Bagaimana cara memasang sendiri?


Cara mudah yang biasa dilakukan para biker ketika membuat lampu hazard adalah dengan menjumper kabel sein kanan dan sein kiri kemudian ditambahkan saklar untuk menghubungkan kedua kabel tersebut. Bisa juga ditambahkan relay, namun pembuatannya pun lebih rumit dan tentunya lebih mahal. Untuk kali ini kita akan mencoba dengan cara yang mudah dan murah meriah dengan biaya ± Rp 15,000 untuk bahannya. Apabila anda ingin mengganti flashernya juga cukup belikan saja dengan harga Rp 15,000. Kemudian untuk solder, lebih baik pinjem punya teman kalau ada tapi kalau tidak ada berarti anda harus beli juga dengan harga Rp 30,000... hihi.

Sebelum mulai pemasangan, ada baiknya kita cari tau skema wiring kabel standar lampu sein (banyak sumbernya di google).

Berikut skema wiring kabel standar lampu sein motor:

Gambar 01. Skema wiring kabel lampu sein
Gambar 01. Skema wiring kabel lampu sein

Dari skema wiring di atas dapat kita tentukan titik dimana kita akan memasang saklar tambahan. Berikut gambar skema wiring kabel yang telah dimodifikasi:

Gambar 02. Skema wiring modifikasi
Gambar 02. Skema wiring modifikasi

Keterangan gambar:

  • Gambar A pemasangan dengan menggunakan saklar toggle 6 pin/kaki dipasang secara seri
  • Gambar B pemasangan dengan menggunakan saklar toggle 3 pin/kaki dipasang secara paralel


Silahkan pilih sendiri skema mana yang cocok dengan anda.

Langsung saja percobaan kita mulai, alat dan bahan yang harus disiapkan.

1. Saklar toggle 6 pin/kaki atau 3 pin/kaki (1 bh)

saklar toggle
2. Kabel secukupnya
kabel serabut
3. Solder + timah
solder & timah
4. Solasi
solasi
5. Flasher baru (alternative)

Flasher ini digunakan apabila flasher bawaan motor tidak mendukung.


Dari sekian alat dan bahan yang telah anda siapkan, ada satu bahan yang paling penting dan paling utama yang harus disiapkan adalah ‘MOTOR’. Pastikan motor yang hendak anda pasangi lampu hazard merupakan milik anda sendiri, bila milik orang lain pastikan anda sudah disuruh oleh sipunya motor sebelumnya..hihihi.

Baiklah, kita mulai sekarang !


1) Buka switch lampu sein anda kemudian cari kabel yang masuk ke switch sein motor anda. Ingat !! kabel yang akan kita sambung dengan saklar toggle nanti adalah kabel sesudah flasher atau kabel sebelum masuk ke switch sein.

Gambar 03. Switch sein pada motor
Gambar 03. Switch sein pada motor

2) Apabila sudah ketemu, cukup lukai saja kabel tersebut (tidak perlu diputus). Kemudian sambungkan dengan kabel baru, hidupkan kontak dan tempelkan pada bodi motor. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kabel yang disambung adalah kabel yang benar (sesudah flasher dan sebelum switch). Apabila keluar percikan api berarti pemasangan anda benar. Lihat kembali skema !.

Gambar 04. Cara melukai kabel
Gambar 04. Cara melukai kabel

3) Lukai kabel sein kanan dan sein kiri (ini juga tidak perlu diputus). Ingat !! carilah kabel ini setelah switch sein anda. Lihat kembali skema !.

4) Selanjutnya kita beralih ke saklar toggle. Solder kabel pada saklar toggle, seperti ini:

Gambar 05. Mempersiakan saklar toggle dengan 3 kabel
Gambar 05. Mempersiapkan saklar toggle dengan 3 kabel

5) Siapkan tempat/lokasi di mana saklar toggle akan diletakkan. Apabila diperlukan, siapkan media untuk meletakkannya.

Gambar 06. Mempersiapkan lokasi dan media saklar toggle
Gambar 06. Mempersiapkan lokasi dan media saklar toggle

Media di atas terbuat dari fiber, dibuat dari sayap bekas motor

6) Pasang saklar toggle pada lokasi yang telah disiapkan kemudian potong kabel sesuai kebutuhan.

Gambar 07. Memasang saklar pada lokasi yang sudah ditentukan
Gambar 07. Memasang saklar pada lokasi yang sudah ditentukan

7) Sambungkan dengan kabel-yang telah ditentukan (langkah 1 & 2).

8) Lakukan pengetesan.

9) Apabila sukses, solasi agar tidak terjadi short/korslet.

10) Rapikan pemasangan.

Gambar 08. Kabel yang sudah dirapikan
Gambar 08. Kabel yang sudah dirapikan

11) Selesai


Semoga bermanfaat.


Watch this video:




Keyword: Lampu Hazard, Wiring Kabel

Download PDF file [here]


-----selesai-----


Posted by degineering
degineering Updated at: 12:16
Flag Counter